Hiking Edukatif ke Batu Dindiang, MTsN 1 Agam Perkuat Program Ekoteologi dan Kepedulian Lingkungan
Bukareh, Humas—MTsN 1 Agam melaksanakan kegiatan hiking edukatif ke Objek Wisata (OW) Batu Dindiang, Jorong Koto Alam, Nagari Tabek Patah, Kecamatan Salimpaung, Kabupaten Tanah Datar, Kamis (29/10/2026). Kegiatan yang merupakan salah satu program ekstrakurikuler Pramuka ini menjadi bagian dari upaya madrasah memperkuat implementasi ekoteologi melalui pembelajaran langsung di alam terbuka.
Kegiatan tersebut diikuti oleh 185 siswa kelas VII dengan pendampingan Kepala MTsN 1 Agam, Desmawita, bersama 22 guru pendamping. Sementara itu, siswa kelas VIII dan IX tetap melaksanakan proses belajar mengajar (PBM) seperti biasa di madrasah, sehingga kegiatan hiking dapat berjalan tanpa mengganggu pelaksanaan pembelajaran bagi peserta didik lainnya.
Melalui hiking edukatif ini, siswa diajak mengenal alam sebagai ciptaan Allah SWT sekaligus menumbuhkan kesadaran untuk menjaga dan melestarikan lingkungan.
Ekoteologi menjadi salah satu nilai penting yang diintegrasikan dalam kegiatan ini. Siswa tidak hanya memperoleh pengalaman menjelajahi kawasan alam, tetapi juga diajak memahami bahwa keindahan dan kelestarian lingkungan merupakan anugerah Allah yang harus disyukuri dan dijaga. Dengan demikian, pembelajaran tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga melalui pengalaman nyata yang membangun hubungan harmonis antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.
Dalam sambutannya saat melepas peserta hiking, Kepala MTsN 1 Agam, Desmawita, menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar aktivitas rekreasi, melainkan bagian dari proses pendidikan yang membentuk karakter, memperkuat keimanan, dan menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan.
Menurutnya, alam merupakan sarana pembelajaran untuk mengenali kebesaran Allah SWT. Karena itu, peserta didik perlu dibiasakan untuk mensyukuri nikmat alam melalui tindakan nyata, termasuk menjaga kebersihan, tidak merusak lingkungan, serta menghormati kehidupan di sekitarnya.
Ia juga mengingatkan seluruh peserta agar senantiasa menjaga adab, kekompakan, kemandirian, dan keselamatan selama perjalanan. Peserta diminta menerapkan prinsip sederhana dalam menjaga alam, yakni tidak meninggalkan sampah, tidak merusak tumbuhan, serta tidak mengganggu satwa yang dijumpai.
“Batu Dindiang merupakan salah satu anugerah alam yang patut kita syukuri. Jagalah kelestariannya. Jangan tinggalkan apa pun kecuali jejak kaki, jangan ambil apa pun kecuali foto, dan jangan bunuh apa pun kecuali waktu,” pesannya kepada para siswa.
Selain mendukung program ekoteologi madrasah, kegiatan hiking ini juga bertujuan membentuk fisik yang sehat dan tangguh, melatih kedisiplinan, serta memperkuat kerja sama dan rasa tanggung jawab antarsiswa. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan semangat Pramuka dalam membina generasi muda yang mandiri, berkarakter, dan peduli terhadap lingkungan.
Melalui kegiatan ini, MTsN 1 Agam berharap siswa semakin memahami bahwa menjaga alam bukan hanya tanggung jawab sosial, tetapi juga bagian dari pengamalan nilai-nilai keimanan. Kesadaran tersebut diharapkan tumbuh menjadi kebiasaan sehari-hari, baik di lingkungan madrasah, rumah, maupun masyarakat.
Dengan mengusung semangat *Beriman, Berilmu, Beramal*, hiking edukatif ke Batu Dindiang menjadi salah satu langkah MTsN 1 Agam dalam mewujudkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pengetahuan, tetapi juga membangun karakter religius dan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.



