Tilatang Kamang, 13 Agustus 2026 — Keluarga besar MTsN 1 Agam turut mengambil bagian dalam momen bersejarah peresmian Jembatan Garuda Merah Putih yang menghubungkan Nagari Koto Tangah, Kecamatan Tilatang Kamang, dengan Nagari Koto Baru, Kecamatan Baso, Kabupaten Agam, Kamis (13/8/2026).
Partisipasi MTsN 1 Agam menjadi salah satu bagian penting dalam penyambutan tamu kehormatan sekaligus memeriahkan rangkaian acara peresmian. Pramuka MTsN 1 Agam atau Tsanesa Squad dipercaya menyambut rombongan dengan tongkat pora Pramuka. Penyambutan semakin semarak dengan penampilan silek dan Tari Pasambahan yang dibawakan Sanggar Tari MTsN 1 Agam. Para siswa tampil penuh percaya diri dan memukau para tamu undangan.
Setelah prosesi penyambutan, rombongan kemudian menuju tenda utama yang berada di sekitar lokasi jembatan. Perjalanan rombongan diiringi permainan Tambua yang dimainkan oleh siswa MTsN 1 Agam, sehingga suasana acara semakin meriah dan kental dengan nuansa budaya Minangkabau.
Acara resmi diawali dengan menyaksikan pidato Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melalui telekonferensi. Jembatan Garuda Merah Putih tersebut merupakan salah satu dari 3.365 jembatan yang diresmikan secara serentak oleh Presiden pada hari yang sama di berbagai wilayah Indonesia.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan pengarahan dari Wali Nagari Koto Tangah Amrizal Gunawan Dt. Maruhun Basa, Bupati Agam Benni Warlis Dt. Tan Batuah, Komandan Kodim 0304 Agam Letkol Inf. Viko Hendrika Sandro, serta Irdam XX/Tuanku Imam Bonjol Brigjen TNI Heri Susanto.
Dalam kesempatan tersebut disampaikan bahwa pembangunan Jembatan Garuda Merah Putih merupakan hasil sinergi dan kerja sama TNI, Polri, pemerintah, serta masyarakat. Kehadiran jembatan diharapkan semakin memperlancar mobilisasi masyarakat sekaligus membuka akses yang lebih dekat antara Koto Tangah dan Koto Baru.
Wali Nagari Koto Tangah Amrizal Gunawan menyampaikan bahwa keberadaan jembatan memberikan manfaat besar bagi masyarakat, termasuk bagi para siswa yang selama ini harus menempuh jarak lebih jauh untuk beraktivitas.
“Dengan adanya jembatan ini, jarak tempuh siswa menjadi jauh lebih singkat. Biasanya sekitar 6 kilometer, sekarang hanya lebih kurang 2 kilometer,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah dan seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan jembatan tersebut. Menurutnya, kehadiran Jembatan Garuda Merah Putih menjadi kebanggaan masyarakat sekaligus sebuah momentum sejarah bagi Nagari Koto Tangah dan Koto Baru.
Prosesi peresmian ditandai dengan pengguntingan pita oleh Irdam XX/Tuanku Imam Bonjol Brigjen TNI Heri Susanto dan Bupati Agam Benni Warlis Dt. Tan Batuah, didampingi Komandan Kodim 0304 Agam, Wali Nagari Koto Tangah, Camat Tilatang Kamang, unsur Forkopimda Kabupaten Agam, Korem dan Kodim. Prosesi tersebut disaksikan Kepala Organisasi Perangkat Daerah, para ninik mamak, alim ulama, cadiak pandai, tokoh agama, tokoh masyarakat, bundo kanduang, serta masyarakat Nagari Koto Tangah dan Nagari Koto Baru.
Usai rangkaian acara, Kepala MTsN 1 Agam Desmawita, S.Pd., M.Pd. berkesempatan bersilaturahmi dan foto bersama dengan Irdam XX/Tuanku Imam Bonjol Brigjen TNI Heri Susanto. Dalam kesempatan tersebut, Kepala MTsN 1 Agam juga menyampaikan harapan agar pembangunan infrastruktur di sekitar madrasah dapat terus ditingkatkan, khususnya pengaspalan jalan, sehingga akses menuju madrasah semakin nyaman dan aman bagi siswa, guru, serta masyarakat.
Kepala MTsN 1 Agam menyampaikan bahwa keterlibatan siswa dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya madrasah untuk memberikan pengalaman nyata kepada peserta didik dalam mengenal budaya, bermasyarakat, sekaligus mengambil peran dalam kegiatan penting di lingkungan sekitar.
“Anak-anak kita tidak hanya belajar di dalam kelas. Mereka juga perlu diberikan ruang untuk tampil, berkarya, mengenal budaya dan berkontribusi di tengah masyarakat,” ungkapnya.
Apresiasi juga datang dari Wali Nagari Koto Tangah yang secara khusus menyampaikan terima kasih kepada MTsN 1 Agam atas partisipasi dan penampilan para siswa. Menurutnya, kehadiran Pramuka, silek, Tari Pasambahan dan Tambua dari MTsN 1 Agam membuat rangkaian peresmian Jembatan Garuda Merah Putih semakin meriah dan berkesan.
Keterlibatan MTsN 1 Agam dalam peresmian Jembatan Garuda Merah Putih menjadi bukti bahwa madrasah tidak hanya berperan dalam pendidikan, tetapi juga aktif hadir di tengah masyarakat dengan mengembangkan karakter, budaya, seni, kepemimpinan, dan semangat gotong royong para peserta didik.
Humas MTsN 1 Agam




Leave a Reply