Tilatang Kamang, Humas— Dalam rangkaian Semarak Ramadhan 1447 H, MTsN 1 Agam menggelar kegiatan Pesantren Ramadhan yang berlangsung selama tiga hari, mulai Rabu (11/03) hingga Jumat (13/03). Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan spiritual sekaligus penguatan karakter siswa selama bulan suci Ramadhan.
Berbagai agenda keagamaan dan pembinaan karakter disiapkan bagi siswa, mulai dari tahsin Al-Qur’an, tadarus, kajian keislaman, refleksi diri, hingga kegiatan edukatif seperti menonton film Islami yang sarat dengan pesan moral.
Salah satu kegiatan utama pada Kamis (12/03) adalah klinik tahsin Al-Qur’an dan tadarus yang bertujuan memperbaiki bacaan Al-Qur’an siswa. Dalam sesi ini, siswa dibimbing secara kelompok kecil oleh guru pendamping agar dapat memperbaiki makhraj huruf, tajwid, serta kelancaran membaca Al-Qur’an.
Selain itu, siswa juga mengikuti kajian Fahmul Qur’an yang mengangkat tema anti bullying dengan pendekatan studi kasus dan diskusi kelompok. Materi ini disampaikan oleh guru MTsN 1 Agam Muhammad Nasir yang mengaitkan fenomena perundungan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an.
Dalam pemaparannya, Muhammad Nasir menjelaskan bahwa Al-Qur’an secara tegas melarang perilaku merendahkan orang lain.
“Allah telah memberikan peringatan dalam Al-Qur’an, salah satunya dalam Surah Al-Hujurat ayat 11 yang melarang kita saling mengolok-olok, serta Surah Al-Humazah ayat 1 yang mengecam perilaku mencela dan memfitnah. Nilai-nilai ini harus kita tanamkan kepada siswa agar tercipta lingkungan madrasah yang saling menghargai dan penuh kasih,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa memahami ayat-ayat tersebut penting agar siswa tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak dan empati dalam berinteraksi dengan sesama.
Sementara itu, Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan, Al Hafiizh Zuhri, menyampaikan bahwa kegiatan Pesantren Ramadhan dirancang untuk membentuk karakter religius dan kepedulian sosial siswa.
“Pesantren Ramadhan ini menjadi wadah pembinaan akhlak bagi siswa. Tidak hanya belajar tentang ibadah, tetapi juga belajar tentang adab, empati, dan bagaimana memperlakukan sesama dengan baik. Kita ingin Ramadhan menjadi momentum pembentukan karakter yang kuat bagi siswa,” ujarnya.
Pada hari yang sama, siswa juga mengikuti kegiatan refleksi diri melalui penulisan jurnal harian, praktik ibadah dan adab, serta kajian menjelang berbuka puasa. Kegiatan ini bertujuan agar siswa dapat merenungkan nilai-nilai yang telah dipelajari sepanjang hari.
Menjelang sore, rangkaian kegiatan ditutup dengan buka puasa bersama antara siswa dan majelis guru, yang kemudian dilanjutkan dengan shalat Maghrib berjamaah. Setelah itu, siswa kembali ke rumah masing-masing.
Kepala MTsN 1 Agam Desmawita menyampaikan bahwa kegiatan Pesantren Ramadhan ini merupakan bagian dari implementasi nilai Kurikulum Cinta yang digaungkan oleh Kementerian Agama.
“Melalui kegiatan Pesantren Ramadhan ini kita menanamkan nilai cinta kepada Allah melalui ibadah, cinta kepada Al-Qur’an melalui tahsin dan tadarus, serta cinta kepada sesama melalui pembelajaran tentang anti bullying dan kepedulian sosial. Inilah esensi dari Kurikulum Cinta yang ingin kita hadirkan di madrasah,” ungkapnya.
Ia berharap melalui kegiatan tersebut siswa tidak hanya memperoleh ilmu agama, tetapi juga mampu mengamalkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.
Ia berharap melalui kegiatan tersebut siswa tidak hanya memperoleh ilmu agama, tetapi juga mampu mengamalkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan rangkaian kegiatan tersebut, Pesantren Ramadhan MTsN 1 Agam diharapkan mampu menjadi sarana pembinaan spiritual yang bermakna sekaligus memperkuat karakter siswa agar tumbuh menjadi generasi yang berakhlak mulia, berilmu, dan penuh kepedulian terhadap sesama. (Why)




Leave a Reply