Tilatang Kamang, Humas— MTsN 1 Agam terus memperkuat pendidikan karakter berbasis lingkungan melalui penanaman nilai ekoteologi dalam kegiatan PBM Ramadhan 1447 H. Program ini diwujudkan melalui berbagai aksi nyata seperti memelihara tanaman, melaksanakan operasi semut (gerakan memungut sampah), serta penataan taman kelas yang akan dilaksanakan secara rutin setiap hari Jumat selama PBM ramadhan dan akan dilanjutkan pada PBM reguler nanti.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Menteri Agama Nasaruddin Umar yang menekankan pentingnya penguatan ekoteologi di lingkungan madrasah sebagai bagian dari implementasi ajaran agama dalam menjaga kelestarian alam. Ekoteologi dipandang sebagai kesadaran spiritual bahwa merawat lingkungan adalah bagian dari ibadah dan tanggung jawab manusia sebagai khalifah di bumi.
Sebagai bentuk keseriusan, Kepala MTsN 1 Agam, Desmawita, langsung melakukan simulasi kegiatan bersama siswa di taman madrasah dan taman kelas pada Senin (23/02). Dalam kegiatan tersebut, siswa diajak praktik langsung merawat tanaman, membersihkan lingkungan, serta menata taman kelas agar lebih asri dan nyaman.
“Kita ingin menanamkan kepada siswa bahwa menjaga lingkungan adalah bagian dari iman. Ekoteologi bukan hanya konsep, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata sehari-hari,” ungkap Desmawita.
Ia juga menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi akan menjadi budaya yang terus dibiasakan di lingkungan madrasah.
“Setiap Jumat kita laksanakan operasi semut, merawat tanaman, dan penataan taman kelas. Ini adalah langkah kecil, tetapi jika dilakukan bersama dan konsisten, akan memberikan dampak besar bagi lingkungan dan karakter siswa,” tambahnya.
Dengan adanya program ini, MTsN 1 Agam berharap mampu melahirkan generasi yang tidak hanya unggul dalam akademik dan spiritual, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap kelestarian lingkungan.
Program ekoteologi dalam PBM Ramadhan ini menjadi salah satu inovasi madrasah dalam mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan aksi nyata, sehingga siswa dapat belajar langsung bagaimana menjaga keseimbangan antara hubungan dengan Allah dan tanggung jawab terhadap alam. (Why)




Leave a Reply