Agam, 9 Oktober 2026 — MTsN 1 Agam turut berpartisipasi dalam Webinar Hari Kesehatan Jiwa Sedunia (HKJS) Tahun 2026 yang diselenggarakan secara daring melalui platform Zoom Meeting, Jumat (9/10/2026). Kegiatan ini diikuti oleh Kepala MTsN 1 Agam, Desmawita, S.Pd, M.Pd, bersama perwakilan guru, guru Bimbingan Konseling dan siswa MTsN 1 Agam.
Webinar yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Jiwa Sedunia yang diperingati setiap 10 Oktober tersebut mengangkat tema “Speak Up, Stand Up, Stop Bullying, Start Caring”. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya mempersiapkan pelaksanaan Sistem Perlindungan Siswa melalui Deteksi Dini Bullying dan Pemantauan Psikososial untuk mewujudkan madrasah yang ramah di Sumatera Barat.
Webinar berlangsung mulai pukul 14.00 WIB hingga selesai. Kegiatan diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Sumatera Barat, sambutan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat H. Mustafa, MA, serta sambutan sekaligus pembukaan oleh Direktur RS Jiwa Prof. HB. Saanin, dr. Ardoni, M.M.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan berbagai materi penting terkait kesehatan mental anak dan remaja serta pencegahan bullying. Materi pertama disampaikan oleh dr. Melly Sesarya, M.Ked, Sp.KJ dengan topik “Ketika Bercanda Menjadi Luka, Mengenali Dampaknya terhadap Kesehatan Mental Anak dan Remaja”.
Materi berikutnya membahas “Regulasi Emosi Remaja untuk Lingkungan Bebas Bullying” yang disampaikan oleh Neny Andriani, M.Psi., Psikolog. Sementara itu, materi tentang “Peran Solidaritas Teman Sebaya dan Melapor dengan Aman” disampaikan oleh Ns. Sujarwo, M.Kep., Sp.Kep.J. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan diskusi interaktif.
Kepala MTsN 1 Agam, Desmawita, menyampaikan bahwa webinar ini memberikan wawasan yang sangat penting bagi madrasah, khususnya dalam memahami kesehatan jiwa peserta didik dan mencegah terjadinya bullying di lingkungan pendidikan.
“Webinar ini sangat bermanfaat bagi kami sebagai pendidik. Kesehatan jiwa siswa perlu menjadi perhatian bersama karena lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari bullying sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang serta keberhasilan siswa dalam belajar. Melalui kegiatan ini, kita semakin memahami pentingnya deteksi dini, kepedulian, keberanian untuk berbicara, serta membangun solidaritas di antara warga madrasah,” ujar Desmawita.
Ia menambahkan bahwa MTsN 1 Agam akan terus berupaya menciptakan lingkungan madrasah yang ramah anak dan memberikan rasa aman kepada seluruh peserta didik.
“Tidak hanya mencegah bullying, kita juga perlu membangun budaya saling menghargai, saling peduli, dan berani melaporkan apabila terjadi tindakan yang dapat mengganggu kenyamanan dan kesehatan mental siswa. Madrasah harus menjadi tempat yang aman untuk belajar, bertumbuh, dan mengembangkan potensi diri,” tambahnya.
Keikutsertaan Kepala Madrasah bersama guru dan siswa MTsN 1 Agam dalam webinar ini menjadi langkah positif dalam memperkuat pemahaman warga madrasah tentang pentingnya kesehatan jiwa, perlindungan siswa, serta menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari bullying.
Melalui kegiatan ini, MTsN 1 Agam berkomitmen untuk terus membangun budaya madrasah yang ramah anak, peduli, saling menghargai, dan memberikan ruang aman bagi setiap siswa untuk berbicara, melapor, serta mendapatkan dukungan ketika menghadapi permasalahan.



