Tilatang Kamang, Humas — Menyambut bulan suci Ramadhan 1447 H, Kepala MTsN 1 Agam, Desmawita, mensosialisasikan pelaksanaan Proses Belajar Mengajar (PBM) Ramadhan kepada seluruh peserta didik dan civitas madrasah pada hari Senin (23/02). Sosialisasi ini bertujuan agar kegiatan selama Ramadhan berjalan terarah, bermakna, serta tetap menjaga nilai-nilai spiritual dan kedisiplinan.
Dalam arahannya, Kepala Madrasah menegaskan bahwa kegiatan Ramadhan bukan sekadar rutinitas, tetapi menjadi momentum peningkatan iman, ilmu, dan akhlak. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kondisi fisik selama menjalankan ibadah puasa.
“Anak-anak kami harapkan tetap menjaga kesehatan selama Ramadhan. Atur pola makan saat sahur dan berbuka, serta manfaatkan waktu dengan kegiatan yang bermanfaat,” ungkap Desmawita.
Lebih lanjut, ia menekankan nilai kejujuran dalam pengisian agenda Ramadhan yang menjadi salah satu instrumen pembinaan karakter siswa.
“Dalam mengisi agenda Ramadhan, junjung tinggi kejujuran. Kalau iya katakan iya, kalau tidak katakan tidak. Kejujuran adalah kunci keberkahan dalam setiap amal ibadah,” tegasnya.
Tidak hanya itu, MTsN 1 Agam juga menanamkan nilai ekoteologi kepada siswa selama Ramadhan sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan. Kegiatan ini diwujudkan melalui gerakan menjaga kebersihan lingkungan madrasah, merawat tanaman, serta membawa tanah humus untuk mendukung penghijauan di lingkungan sekolah.
Selain itu, setiap hari Jumat dilaksanakan program operasi semut, yaitu kegiatan gotong royong memungut sampah di area madrasah dan sekitarnya sebagai bentuk aksi nyata cinta lingkungan.
“Kita ingin anak-anak tidak hanya saleh secara spiritual, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Menjaga kebersihan dan merawat alam adalah bagian dari ibadah,” tambahnya.
Adapun pelaksanaan PBM Ramadhan di MTsN 1 Agam mengacu pada jadwal yang telah ditetapkan sesuai regulasi yang berlaku. Kegiatan diawali dengan Shalat Dhuha, zikir dan doa, dilanjutkan dengan doa sebelum belajar, Asmaul Husna, serta muraja’ah juz 30 secara bersama. Setelah itu, siswa mendapatkan pengarahan guru (tausiyah Ramadhan) dan melaksanakan infak Ramadhan.
Kegiatan inti PBM berlangsung hingga menjelang waktu Zuhur, kemudian dilanjutkan dengan Shalat Zuhur berjamaah di mushalla. Khusus hari Senin, terdapat tambahan kegiatan kultum yang dilaksanakan sebelum shalat Zuhur oleh OSIM dan siswa dari ekstra khatib dan da’i/MSQ.
Pada sesi siang, siswa mengikuti halaqah tadarus terbimbing serta kegiatan pengembangan minat dan bakat, seperti pidato (Bahasa Indonesia, Arab, dan Inggris), MSQ, tahfizh, hingga nasyid atau puisi dakwah. Kegiatan akan dilanjutkan dengan festival ramadhan yang berisi lomba islami yang akan digelar pada 9 hingga 10 Februari 2026 dan Pesantren Ramadhan pada 11 hingga 13 Februari 2026.
Melalui rangkaian kegiatan ini, pihak madrasah berharap siswa tidak hanya aktif secara akademik, tetapi juga semakin kuat dalam spiritualitas, karakter, serta kepedulian lingkungan selama bulan Ramadhan.
“Ramadhan ini kita jadikan sebagai madrasah terbaik untuk membentuk generasi yang jujur, disiplin, sehat, dan peduli lingkungan,” tutup Kepala Madrasah. (Why)




Leave a Reply