Tilatang Kamang, Humas— Suasana kekeluargaan dan nuansa religius terasa di lapangan madrasah saat pelaksanaan kegiatan Muhadarah yang dirangkaikan dengan penutupan Proses Belajar Mengajar (PBM) menjelang bulan suci Ramadhan 1447 H, yang dilaksanakan di lapangan MTsN 1 Agam pada Jumat Pagi (13/02).
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Madrasah Desmawita, Kaur TU MTsN 1 Agam, Yunesra, wakil wepala madrasah, majelis guru, pegawai, serta siswa-siswi.
Kegiatan Muhadharah di lapangan ini, menjadi momen istimewa karena tidak hanya menampilkan pembinaan keagamaan, tetapi juga diisi dengan penyerahan penghargaan dari siswa kepada madrasah sebagai bentuk apresiasi atas dukungan dan pembinaan yang telah diberikan selama ini. Program muhadharah dilapangan ini direncanakan akan dilaksanakan secara rutin satu kali setiap bulan sebagai wadah pengembangan karakter, kepercayaan diri, serta bakat peserta didik.
Pada kesempatan tersebut, siswa berprestasi turut menyerahkan capaian membanggakan, di antaranya Juara 2 bidang Silat Tradisi kategori pra remaja putra yang diraih oleh Alvaro Pratama dengan raihan medali perak dan Juara 2 kategori pra remaja putri oleh Neng Azni pada ajang Silat Sumatera Hang Tuah juga dengan raihan medali perak. Prestasi lainnya juga hadir dari ajang MAN 3 Competition X, yakni Juara 2 MTQ Putra yang diraih Salman Al Farisi serta Juara 3 MTQ Putri oleh Nayra Khairunnisa.
Selain itu, dalam ajang OMNI Sains Indonesia bidang Olimpiade Bahasa Inggris tingkat Kabupaten Agam, Nadheara Firstisya Soviana dan M. Adrian Maulana, masing-masing meraih juara 1 dengan Raihan medali emas serta Syauqi Firman meraih juara 2 dan medali perak.
Dalam sambutannya, Kepala Madrasah menyampaikan pesan hangat menjelang Ramadhan sekaligus permohonan maaf kepada seluruh siswa dan civitas madrasah.
“Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, Ibu secara pribadi dan atas nama madrasah memohon maaf kepada seluruh ananda sekalian. Semoga kita memasuki Ramadhan dengan hati yang bersih dan semangat belajar yang lebih baik,” ungkap Desmawita.
Ia juga menjelaskan bahwa kegiatan Muhadharah bukan hanya berorientasi pada pembinaan keagamaan, namun menjadi ruang ekspresi bagi siswa dalam berbagai bidang.
“Muhadharah ini bukan hanya tentang ceramah atau ilmu agama saja, tetapi juga wadah untuk menampilkan bakat dan minat siswa, baik seni, puisi, pidato bilingual, maupun kemampuan lainnya. Semua potensi siswa harus diberi ruang untuk berkembang,” jelasnya.
Selain itu, ia menyampaikan arah pengembangan madrasah ke depan melalui program unggulan yang segera dijalankan.
“Dalam waktu dekat, madrasah akan menjalankan Program Madrasah Ramah Anak dan Madrasah Bilingual. Ini adalah langkah kita bersama untuk menciptakan lingkungan belajar yang nyaman, aman, dan mampu menyiapkan siswa menghadapi tantangan masa depan,” tambahnya.
Selain itu ia juga menjelaskan kegiatan pembelajaran selama ramadhan mendatang kepada seluruh siswa.
Setelah rangkaian acara selesai, seluruh siswa, guru, dan pegawai melaksanakan kegiatan Fa’fu Wasfahu, yakni saling bersalaman dan memaafkan di lapangan madrasah. Momen tersebut berlangsung khidmat dan menjadi simbol kebersamaan serta persiapan spiritual menyambut Ramadhan. (Why)




Leave a Reply